Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

Perumpamaan Hidup Dibandingkan Dengan Permainan Sepak Bola

Ada kalanya memberi, ada kalanya meminta, dan ada kalanya menuggu. Serta ada kalanya merayakan kemenangan, ada kalanya berimbang, dan ada kalanya mengalami kekalahan.

Semua butuh proses untuk memenangkan pertandingan dan mencetak gol sebanyak-banyaknya. Semua yang terlibat pasti akan berperan, karena manusia adalah makhluk saling membutuhkan satu sama lain.

Tergantung Karakteristik Anda dimana kah kesanggupan diri Anda berperan. Sebagai pemain bertahan-kah? Sebagai Gelandang? Sebagai penyerang? Atau mungkin sebagai pelatih? Atau mungkin peran Anda hanya sebagai penonton yang hanya bisa menyaksikan Huforia pertandingan itu?

SEMUA ITU ADALAH PILIHAN.
Continue Reading...

Sukses Itu Mudah

Sukses itu mudah. Bila mudah kenapa Anda masih berjalan di tempat, segeralah ambil keputusan dan mulailah beralih ambil keputusan dan mulailah untuk meraih sukses. Belajarlah mulai detik ini juga! karena kesuksesan sudah lama menunggu, dan sukses tidak menghampiri Anda begitu saja. peluang datangnya hanya sekilas waktu. Bila tidak dimulai memanfaatkan kesempatan, peluang itu akan lepas dari tangan anda.

Sukses, apakah itu?

Sukses adalah keberhasilan, keberhasilan adalah seperti yang sering kita ucapkan setiap waktu dalam do'a

" Ya ALLAH berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat serta jauhkanlah kami dari panasnya api neraka "

kebaikan dunia bisa berarti kekayaan berlimpah, rumah bagus, mobil mewah, tanah luas, dan jabatan serta penghormatan dari orang-orang yang ada disekitarnya. Tentu saja harus ditempuh dengan cara yang halan dan benar.
Continue Reading...

Modal finansial bukanlah yang utama untuk menuju gerbang kesuksesan

Hampir semua bakal calon pengusaha terbentur dengan modal finansial untuk memulai usaha-nya, bukan hanya bakal calon, dan ternyata masih banyak calon pengusaha selalu memikirkan modal berupa uang untuk memulai usaha-nya. Menurut saya pribadi paradigma di atas terjadi atas faktor paradigma genetik, alias doktrin keturunan, hehehehe. Lho, bukan-nya kata Bondan Prakoso hidup itu berawal dari mimpi bukan-nya dengan uang? hahahaha.

Walaupun saya banyak tertawa-nya tapi saya beneran serius. apa itu? yap!!! untuk memulai usaha pertama "Awalilah dari mimpi" tidak buangnya apa kata Bondan Prakoso dengan lyrik lagunya hidup berawal dari mimpi. Untuk menuju gerbang kesuksesan awalilah dari mimpi Anda, besarkan mimpi tersebut, dan bayangkan setelah Anda sampai di gerbang kesuksesan, kebahagiaan pun menghampiri Anda.

Dan tahap tahap berikutnya agar untuk menanamkan "keyakinan" dan "semangat" dan terus semangat tanpa hentinya, bukannya kata pepatah "Orang yang hilang semangat sama dengat orang yang sudah mati"?, mungkin dalam hati Anda berkata, kejam amat tu pepatah masak orang yang hilang semangat kok dikatakan orang yang sudah mati. Hmmmm... tapi saya pribadi setuju dengan pepatah yang mengatakan begitu, liat aja orang kehilangan semangat-nya selalu ngerepotin keluarnganya, liat aja orang yang kehilangan akal sehatnya ngerepotin orang banyak kan? sama aja tuh, orang yang kehilangan akal awalnya kan di awali dengan hilang semangatnya, yang begitu pasrah apa yang akan terjadi pada dirinya, terjadilah.

Baik, baik.. cukup kita mengatakan tuk orang yang kehilangan akal sehatnya, ntar kebalakan saya kalo orang gila yang saya maksud membaca artikel di blog saya ini, (emang ada orang gila yang bisa internetan?) hahahahaha.

Kata om Tukul  "kembai ke lap....top" kata saya kembali ke artikel, hehehehe penulis banyak basa basinya deh, hehehehe.
Hmmm.. Oke deh serius, kita kembali fokus ke artikel. Untuk memulai usaha yang harus kita mulai adalah "Mimpi", "Yaakin", "Semangat" dan ada modal yang menarik yang harus di miliki orang-orang sukses yaitu "kreatifitas". Ngomong-ngomong soal kreatifitas apa yang Anda ketahui soal kreatifitas? tentunya semua udah pada ngerti kan apa tu kreatifitas? jadi penulis ga perlu repot-repot lagi nih untuk menjelaskan-nya, hehehehehe.

Kreatifitas dimiliki hampir semua orang-orang yang sukses, karena kreatifitas mendekati dengan yang namanya "kecerdasan". Berarti orang yang kreatif adalah orang yang cerdas?
Yap!!!! penulis bisa mengatakan begitu, orang yang kreatif adalah orang yang cerdas, ga penting pintar-nya yang paling penting itu cerdas-nya. Bukan-nya orang pintar itu selalu jadi bawahan orang-orang cerdas? dan orang-orang begok tu selalu jadi muridnya orang2 pintar?? hahahahahaha. Jadi asahlah terus kreatifitas Anda untuk menghantar Anda ke gerbang kesuksesan.

Dan yang terakhir modal untuk sukses adalah "Percaya Diri". apa jadi nya jika Anda memiliki mimpi, keyakinan, semangat dan kreatifitas tetapi Anda tidak memiliki rasa percaya diri? menurut pandangan saya orang yang ingin sukses tanpa rasa percaya diri sama dengan penyanyi yang indah suaranya tapi demam panggung, wahhhh bisa di lempar telor dan tomat tu sama penonton. hehehehehe

Pengusaha yang tidak memiliki rasa percaya diri sangat susah dipercaya oleh klien-klien nya, maka dari itu rasa percaya diri itu sangat lah penting untuk menggiring modal-modal yang sebelumnya saya sebutkan di awal artikel ini.

Itulah semua modal modal yang terpenting untuk menuju gerbang kesuksesan. Saya sangat yakin banyak dari pembaca yang memiliki unek-unek atau ingin mengkritik langsung artikel ini karena saya tidak mencantumkan modal yang terpenting lainnya seperti "kejujuran", "tanggung jawab", "disiplin", "keuletan" dan yang lain sebagainya. Disini saya mohon maaf, karena kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keuletan bukan termasuk dalam modal tapi itu adalah sifat-sifat manusia yang hampir hampir mendekati wajib hukumnya. saya ungkapakan sekali lagi hampir hampir wajib hukumnya. Akan tetapi saya tegaskan mengapa tidak saya ungkit mengenai hal itu, semua dikarenakan hal tersebut adalah sifat yang harus di tanamkan bukan modal yang harus di miliki.

Demikian Artikel ini dimuat, semoga bermanfaat bagi pembaca dan saya pribadi :)
Continue Reading...

Berubahnya berpolitik santun menjadi berpolitik pantun

Dari Bandung ke tugu Monas
Sapi jantan terkulai lemas

Panggung politik boleh memanas
Asal Rakyat jangan ditindas

Sumpah serapah sumpah seraji
Makan ketupat sambil bernyanyi

Sudah bosan rakyat mendengar janji
Kapan rakyat mendapat bukti

Jalan malam ke kota Sumedang
Kilau lampu derang benderang

Kapan rakyat akan senang 
Kalau mereka terus berperang

Untuk memulai artikel ini, pantun diatas sengaja saya search di mbah google. Dan saya ucapkann terima kasih yang udah kreatif menciptakan pantun pantun jenaka diatas, jadi saya tidak susah susah lagi membuat pantun untuk panggung politik Negeri yang paling kita cintai ini, hehehehe...

Panggung politik di Negeri ini semakin hari terus memanas semenjak isue-isue yang katanya, dari mantan Presiden-ku, "Presiden yang terpilih setelah ku telah berkhianat dari kabinetku". Dan sekarang mungkin mantan Presiden-ku bisa menganggap ini karma untuk Presiden-ku, karena kadernya yang menjabat Bendahara di parpolnya juga menghianati partainya, sampai artikel ini di tulis beliau (kader Presiden-ku) masih cukup betah tuk berdiam di Negeri SINGA. (bertapa kali ya berdiam???) hehehehe

Sekarang tinggalkan dulu cerita dari kader Presidenku dan Negeri singanya. Dan kita feedback dulu sejenak tentang kasus Bank yang tak seberapa, yang sampai saat ini belum kunjung ada kejelasan dari Bapak-Bapak di Instansi Ingin Memberantas Korupsi (IMK), Saya menyebutnya IMK karena Bapak-Bapak di instansi itu "Berkeinginan sekali" memberantas semua kasus di Bank yang tak seberapa itu, tapi kan katanya Presidenku  dan Wakil Presidenku terlibat, jadi ya mau gimana lagi??? hayooo siapa yang bisa jawab?

Ehem. ehem. Cerita punya cerita Presidenku sering sekali dalam pidatonya mengajak semua kalangan politik untuk Berpolitik secara santun dalam aturan yang berlaku, hehehe. Presidenku sangat hebat sampai-sampai yang ingin memberantas korupsi di "GARIS ATAS" harus dengan "SANTUN" juga. Yaaaaa.... sampai kapan terungkap wahai Bapak Presidenku? Tolong dong di jawab kepada kami rakyat kecilmu. (Boleh juga kalo bapak Presidenku ingin menjawab dengan memberi komentar di postingan ini, hehehehe)

Sekarang saya bahas pantun yang ketiga yaitu "Berperang". Lho indonesia kan sedang tidak berperang, kenapa dibahas tentang berperang? 

hehehe, pembaca jeli juga ya kalo indonesia sedang tidak berperang.

Memang benar Indonesia tidak sedang berperang, tapi sangatlah jelas bahwa Indonesia saat ini tengah "Diperangi". Jelas terlihat banyak "terror fisik" dan "terror batin" terjadi dimana mana, dari kasus BOM, pembunuhan pejabat, penghianatan, kecurangan dimana-mana dan lain sebagainya. Nah.. itu semua apa lagi namanya kalo bukan "Diperangi"?

Sekarang Rakyatmu telah bosan mendengar berita yang tema-nya itu-itu melulu wahai Bapak Presidenku. Jika ingin membuat berita, buatlah berita yang terbaik untuk bangsa kita ini wahai Presidenku, Jangan engkau rekayasa semua ini, Rakyat Indonesia sangat cerdas-cerdas untuk cepat dan tanggas untuk menaggapi Politik Pantun mu wahai Presidenku.
Continue Reading...
 

Nazla Khairina Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Fadel Aziz Pase for Do'a Sepasang Bidadari