Rabu, 06 Juli 2011

A Little Story About LOVE

Di lautan yang sangat luas, terdapat pulau kecil yang ditempati oleh Istana CINTA.

Suatu hari di cuaca yang cerah, pulau Istana CINTA tiba-tiba terkikis sedikit demi sedikit menuju ke dalam lautan.

Seketika itu CINTA panik dan keluar Istana untuk mencari pertolongan supaya CINTA tidak jatuh ke dalam lautan yang sangat dingin dan gelap.

Di luar Istana, CINTA melihat kesana kemari dan bertanya “Siapakah yang bisa menolongku?”


5 menit berlalu…

KEBAHAGIAAN melewati Istana CINTA dengan pesawat terbangnya…
CINTA pun memanggil KEBAHAGIAAN meminta pertolongan…

Namun…

KEBAHAGIAAN terlalu BAHAGIA dengan keadaannya, sehingga dia tidak mendengar panggilan CINTA yang meminta pertolongan…
Dan KEBAHAGIAAN pun berlalu dari Istana CINTA…


10 menit berlalu...

KESEDIHAN melewati Istana CINTA dengan helikopternya…
CINTA pun memanggil KESEDIHAN meminta pertolongan...

Namun…

KESEDIHAN terlalu SEDIH dengan keadaannya, sehingga dia tidak memperdulikan bagaimana keadaan CINTA yang sedang membutuhkan pertolongannya…
Dan KESEDIHAN pun berlalu dari Istana CINTA…


15 menit berlalu…

KEKAYAAN melewati Istana CINTA dengan kapal pesiarnya yang mewah…
CINTA juga memanggil dan berharap KEKAYAAN dapat menolongnya setelah KEBAHAGIAAN dan KESEDIHAN berlalu…

Namun…

KEKAYAAN yang sedang asik berpesta pora dengan hartanya, sedikit pun tidak mendengar jeritan CINTA yang meminta pertolongan kepadanya…
Dan untuk ketiga kalinya, KEKAYAAN juga berlalu dari Istana CINTA…

20 menit berlalu…

SANG WAKTU melewati Istana CINTA dengan perahu dayungnya yang sangat sederhana…
CINTA pun memanggil SANG WAKTU dengan harapan yang sangat sedikit dan pasrah untuk dapat menolongnya…

Namun…

Cukup sekali CINTA memanggil SANG WAKTU, berlahan tapi pasti SANG WAKTU menghampiri Istana CINTA dan segera menolong CINTA.

Dengan perahu yang sangat sederhana, SANG WAKTU terus mendayung membawa CINTA ke pulau yang lain. Dari kejauhan CINTA melihat Istananya yang semakin lama semakin menghilang dari pandangan dan tenggelam ke lautan.

Hingga tiba di sebuah pulau yang lain, SANG WAKTU menurunkan CINTA dari perahunya, di pulau itulah CINTA bertemu dengan HATI, kemudian SANG WAKTU pun pergi meninggalkan CINTA dan HATI di pulau itu.

Tanpa sadar CINTA belum sempat mengucapkan terima kasih kepada SANG WAKTU, bahkan CINTA juga tidak menanyakan siapa SANG WAKTU itu. Yang begitu keikhlasan menolong CINTA.

CINTA pun bertanya kepada HATI, “Siapakah yang menolongku tadi wahai HATI? CINTA bahkan tidak sempat mengucapkan terima kasih kepadanya”
HATI menjawab, “Itu adalah SANG WAKTU”

SANG WAKTU yang menolong CINTA dan mempertemukan CINTA dengan HATI secara “BERLAHAN TAPI PASTI”. Bukanlah dengan KEBAHAGIAAN, KESEDIHAN bahkan KEKAYAAN sekalipun.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nazla Khairina Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Fadel Aziz Pase for Do'a Sepasang Bidadari